Efektivitas Pidana Mati Menurut Menang789

Pidana mati, sebagai salah satu bentuk hukuman yang paling ekstrem, masih menjadi perdebatan hangat di Indonesia dan di tingkat internasional. Berbagai argumen diperdebatkan oleh kaum abolisionist dan retensinist, dengan masing-masing memiliki pandangan yang berbeda tentang efektivitas pidana mati.Efektivitas Pidana Mati Menurut Menang789

Argumen Kaum Abolisionist

Kaum abolisionist berpendapat bahwa pidana mati melanggar hak asasi manusia dan tidak manusiawi. Mereka menginginkan penghapusan pidana mati karena efek negatif peredaran gelap narkoba yang dapat merusak tatanan masyarakat dan melemahkan dasar kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Selain itu, mereka juga berpendapat bahwa pidana mati tidak efektif dalam mengubah perilaku pelaku kejahatan, karena tidak memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengubah diri sendiri.

Argumen Kaum Retensinist

Sebaliknya, kaum retensinist berpendapat bahwa pidana mati masih diperlukan sebagai sarana hukum yang terakhir untuk menghukum pelaku kejahatan yang sangat berat, seperti pembunuhan berencana dan terorisme. Mereka berpendapat bahwa pidana mati dapat menjadi efek jera yang lebih besar daripada penjara seumur hidup, sehingga dapat mencegah kejahatan yang lebih berat.

Mekanisme Hukuman Mati di Indonesia

Dalam sistem hukum Indonesia, pidana mati diterapkan melalui berbagai tahapan. Terpidana mati memiliki hak untuk mengajukan Peninjauan Kembali (PK) terhadap putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap. Jika terpidana menunjukkan sikap dan perbuatan yang terpuji selama masa percobaan, pidana mati dapat diubah menjadi pidana penjara seumur hidup.

Data dan Statistik

Menurut data Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), saat ini terdapat 404 terpidana hukuman mati di Indonesia, dengan sebagian besar dijatuhkan pada perkara narkotika dan pembunuhan.

Kesimpulan

Dalam kesimpulan, efektivitas pidana mati masih menjadi perdebatan yang kontroversial. Berbagai argumen diperdebatkan oleh kaum abolisionist dan retensinist, dengan masing-masing memiliki pandangan yang berbeda tentang efektivitas pidana mati. Namun, mekanisme hukuman mati di Indonesia tetap diterapkan, dengan beberapa tahapan yang harus dilewati sebelum terpidana dapat dihukum mati

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *